Bila dicermati, pada umumnya, cara pembeli dalam memperlakukan kecap dan saus cukup seragam. Mereka biasanya tidak merasakan terlebih dahulu mie ayam atau bakso yang dihidangkan, namun langsung MENCAMPUR SAUS dan KECAP dalam ukuran yang banyak ke dalam mangkup mie ayam atau bakso. Penambahan SAUS atau KECAP tidak didasarkan pada kebutuhan bahwa rasa mie ayam atau bakso tersebut kurang manis (sehingga ditambah kecap manis) atau kurang pedas (sehingga ditambah SAUS atau sambal). Mungkin yang ingin dicapai adalah penambahan warna HITAM atau MERAH atau campuran warna HITAM MERAH dalam kuah mie ayam atau baksonya. Oleh karena itu, sangat menarik mencermati penikmat mie ayam atau bakso, atau mie rebus di angkringan yang dengan serta merta mencampurkan SAUS dan KECAP dengan takaran yang MAKSIMAL ke dalam kuah makanan.
TANYA KENAPA ? Mungkin, sekali lagi ini mungkin, sudah kebiasaan, sehingga tidak mantab bila makan mie ayam tidak serta merta mencampurkan SAUS dan KECAP ke dalam mie ayam dan bakso. Mungkin juga memang suka merah dan suka pedas sehingga mencampurkan SAUS semaksimal mungkin ke dalam kuah. Mungkin juga ikut-ikutan dan tidak sadar bahwa sebenarnya ada cara lain menikmati mie ayam dan bakso tanpa SAUS dan KECAP. Mungkin saja, pengamatan saya ini hanya bagi konsumen di kalangan warung tenda, karena saya sendiri juga penikmat warung tenda selera rakyat, yang mungkin saja berbeda dengan cara makan di restoran mewah ? Atau, semangat gak mau rugi, memasukkan segala yang bisa dimasukkan ke dalam kuah...hehehe. Atau malah, Mungkin saja tidak relevan ditanyakan, Bagaimana dengan ANDA ?Sumber gambar :SINI SITU SINI LAGI




